Kamis, 28 Juni 2012

[Chants] We Love Suarez

[Chants] We Love Suarez


We love our Suarez, better than torres,
He came from Ajax, to Liverpool,
His continental, his fuckin' mental,
Ooo, please don't take our Suarez away

[Chants] Steve Gerrard

[Chants] Steve Gerrard (que sera sera tune)


Steve Gerrarrd, Gerrard,
He'll pass the ball 40 yard,
His big and his fuckin' hard, Steve Gerrard, Gerrard, Steve Gerrard, Gerrard,
He'll pass the ball 40 yard,
His better than fat lampard, Steve Gerrard, Gerrard

Field of Anfield Road

Ini adalah Lirik dari lagu Field of Anfield Road .
Fields of Anfield Road
Outside the Shankly Gates
I heard a Kopite calling :
Shankly they have taken you away
But you left a great eleven
Before you went to heaven
Now it’s glory round the Fields of Anfield Road.


Chorus :
All round the Fields of Anfield Road
Where once we watched the King Kenny play (and he could play)
We had Heighway on the wing
We had dreams and songs to sing Of the glory round the Fields of Anfield Road


Outside the Paisley Gates
I heard a Kopite calling
Paisley they have taken you away..
You led the great 11
Back in Rome in 77
And the redmen they are still playing the same way


All round the Fields of Anfield Road
Where once we watched the King Kenny play (and he could play)
We had Heighway on the wing
We had dreams and songs to sing
Of the glory round the Fields of Anfield Road.

YOU'LL NEVER WALK ALONE

Pendukung The Red, Liverpool , pasti tau hymne/ lagu kebangsaan-nya pendukung liverpool (the Kop) yang judulnya you'll never walk alone..
Lagu ini pasti dinyanyikan oleh pendukung setia the kop, di anfield atau di mana saja mereka berada mendukung liverpool bertanding..
lagu ini Diciptakan dua orang musisi Amerika Serikat untuk pementasan opera di Broadway, Carousel, pada 1945. Mereka adalah pemusik Richard Rodgers dan pencipta lirik Oscar Hammerstein II. Pada 5 Oktober 1965, grup band asal Liverpool, Gerry & The Pacemakers, melansir albumnya yang salah satu lagunya berisi You'll Never Walk Alone.
Sebagian sejarah menyebut, gara-gara Gerry & The Pacemakers, suporter Liverpool lantas kerap menyanyikannya. Tapi sebagian kesaksian menyebut The Kop sudah demen melagukannya beberapa pekan sebelum launching album band itu.
Sampai sekarang suporter Liverpool masih bertengkar dengan pendukung Glasgow Celtic, Skotlandia, soal siapa yang lebih berhak "memiliki" anthem tersebut. Pasalnya, para pendukung Celtic juga mengklaim sebagai suporter pertama yang menjadikannya sebagai lagu kebangsaan.
Satu yang tak bisa dimungkiri, pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, Liverpool adalah garda depan urusan musik. Dipimpin The Beatles, yang semua anggotanya tak ada yang suka sepak bola, Kota Liverpool dikenal banyak menghasilkan band dan musisi dunia. Inilah gelombang Merseybeat--lagu dari Merseyside. Aksen orang-orang Liverpool, scouser, berbeda dengan aksen Inggris kebanyakan.
Penjelasan itu mungkin bisa menerangkan bila You'll Never Walk Alone ala Gerry & The Pacemakers turut mendunia bersamaan dengan gelombang Merseybeat. Ipswich Town juga mengklaim lagu itu sebagai miliknya.
Banyak klub luar Inggris juga menyanyikannya: CSKA Sofia (Bulgaria); Rapid Vienna (Austria); Dinamo Zagreb (Kroasia); Ajax dan Twente (Belanda); Dortmund, Schalke, Bremen, St Pauli, Aachen, Mainz 05, dan Kaiserslautern (Jerman); AEK Athens (Yunani); FC Tokyo (Jepang); serta Brugge, Antwerp, dan Mechelen (Belgia).
Entah siapa yang sebenarnya lebih berhak
ini dia liriknya ...

Nettie
When you walk through a storm Hold your Head up high
And don't be afraid of the dark.
At he end of the storm
Is a golden sky
And the sweet silver song of a lark.

Walk on through the wind,
Walk on through the rain,
Tho' your dreams be tossed and blown.
Walk on, walk on
With hope in your heart
And you'll never walk alone,
You'll never walk alone.

Sabtu, 23 Juni 2012

Jamie Carragher


James Lee Duncan Carragher (lahir 28 Januari, 1978 di Bootle, Merseyside) adalah mantan bek tim nasional sepak bola Inggris yang bertinggi badan 186 cm dan telah tampil 30 kali untuk negaranya. Ia sekarang ini bermain di Liverpool F.C. serta menjadi wakil kapten mendampingi Steven Gerrard. Hingga saat ini Carra telah tampil membela Liverpool sebanyak 525 kali serta mencetak 4 gol.


Kariernya bersama Liverpool dimulai Oktober 1996 saat dia menandatangani karier profesionalnya.debut Carra ( demikian ia biasa disebut ) dimulai saat bertanding melawan Middlesbrough pada 8 Januari 1997. Carra menjadi bagian dari tim Gérard Houllier yang merebut treble-winning pada tahun 2001, bermain sebanyak 58. kebanyakan sebagai bek kiri. Penampilannya yang ke 500 bersama Liverpool (dalam semua ajang) terjadi saat bertanding melawan Luton Town dalam Piala FA pada tanggal 15 Januari 2008. Dalam pertandingan tersebut Carra bertindak sebagai kapten.




Saat muda, Carragher tercatat sebagai pemain di sekolah sepak bola terbaik FA di Lilleshall dan menjadi anggota dari tim Liverpool yang memenangi gelar Piala Junior FA tahun 1996 — bersama dengan teman baiknya Michael Owen. Dia menandatangani kontrak profesionalnya pada Oktober 1996 dan membuat debut pertamanya dibawah manajer Roy Evans tiga bulan kemudian dalam semifinal pertemuan kedua Piala Coca Cola melawan Middlesbrough, masuk sebagai pemain pengganti Rob Jones. Debutnya dalam Liga Utama, kembali bermain sebagai pemain pengganti, saat berrtanding melawan West Ham. Dalam pertandingan selanjutnya melawan Aston Villa dia bermain sebagai starter dan mencetak gol pertamanya (sebuah sundulan kepala di depan Kop) dengan hasil akhir 3-0 untuk kemenangan Liverpool dan menepatkan dalam pimpinan klansemen sementara - di musim dimana tim hampir meraih titel juara melawan Manchester United, dengan skuad diantaranya Robbie Fowler, Jamie Redknapp, David James dan Steve McManaman, yang sering dijuluki sebagai 'Spice Boys', karena gaya hidup mereka diluar lapangan. Pada musim 1997-1998, Carragher masuk secara reguler dalam tim utama di musim tersebut penampilannya sangat menjanjikan - dan akhirnya membuat dirinya dipanggil untuk bermain secara penuh untuk pertama kalinya dalam pertandingan internasional bersama Inggris.


Di tahun-tahun awal karirna di Liverpool. Cara adalah pemain serba bisa, banyak bermain sebagai bek tengah, bek kanan dan bek kiri serta sebagai gelandang bertahan. Pada musim 1999-2000 dia sering bermain sebagai bek kanan, kemudian di musim 2000–2001 dia bermain sebagai bek kiri sesuai dengan pilihannya. Pada masa ini Carragher mulai mendapat hati suporter Liverpool karena determinasinya dan gaya bertahan tanpa komprominya. Di tahun 2001 Carragher meraih tropi pertamanya bersama tim senior dengan raihan: Piala FA, Piala UEFA, Piala Liga, Community Shield dan Piala Super Eropa.


Dia menjadi topik berita pada Januari 2002 dalam pertandingan Piala FA saat Liverpool bermain imbang melawan Arsenal. Sebuah koin dilempar dari arah penonton , lalu Carragher melemparnya kembali ke arah penonton. Dia menerima kartu merah serta menerima catatan buruk dari FA. Dari tahun 2002 hingga 2004 Carragher mendapat dua cedera serius, yang membuatnya harus melewatkan Piala Dunia 2002 untuk menjalani operasi untuk mengatasi masalah pada lututnya dan kemudian patah pada kakinya pada awal musim 2003-2004 yang disebabkan oleh takel dari pemain Blackburn's Lucas Neill di Ewood Park di pertandingan kelima Liverpool dalam musim tersebut. Selama masa tersebut, posisi Carragher di dalam tim mulai terancam dengan hadirnya beberapa peman baru, antara lain Steve Finnan dan John Arne Riise. Namun, dia berhasil memperoleh tempatnya kembali dalam tim, dengan 24 penampilan di awal musim kompetisi 2004.



Jumat, 22 Juni 2012

BIGREDS








Bandung menjadi salah satu landmark dalam perjalanan sejarah BIGREDS. Di ibu kota Jawa Barat itulah Bold Indonesia Group of REDS Supporters didirikan oleh sekumpulan orang muda, tepatnya pada tanggal 28 Desember 1999. Uniknya, BIGREDS dibentuk justru saat prestasi klub kesayangan Liverpool FC (LFC) tidak menggembirakan di liga Premier. Hal ini menyiratkan bahwa dasar utama dari pembentukan BIGREDS adalah kecintaan yang sejati terhadap LFC.

Lima tahun berselang, BIGREDS mendapat pengakuan secara resmi oleh LFC sebagai bagian dari klub pendukung resmi LFC dunia dan menjadi bagian dari keluarga besar Liverpool Football Club. Mulai sejak itu, BIGREDS dapat menyertakan status 'official' pada identitasnya. Menjelang bergulirnya musim kompetisi 2009-2010, BIGREDS mendapatkan fasilitas match ticket base langsung dari Liverpool FC. Sebuah prestasi untuk komunitas suporter sepakbola tanah air mendapatkan pengakuan yang demikian luarbiasa.

Jumlah anggota resmi BIGREDS lebih dari 2400 orang (data resmi Desember 2011 untuk periode membership 2011-2014) yang tersebar di berbagai kota di Indonesia dan beberapa diantaranya juga tinggal di luar negeri. Beberapa public figure juga menjadi anggota keluarga kehormatan BIGREDS, seperti Marty Natalegawa (Menteri Luar Negeri RI 2009-2014) dan kalangan artis dan jurnalis olahraga terkemuka tanah air. Kehadiran beberapa anggota kehormatan ini merupakan hal yang terasa menggembirakan; memiliki keluarga yang merupakan figur penting di tengah masyarakat dan sama-sama memiliki kecintaan yang sama terhadap Liverpool FC.

BIGREDS juga menyediakan fasilitas komunikasi antar anggota melalui dunia maya; lewat mailing list (milis) dan forum. Milis bahkan telah dirintis sejak 1999, bersamaan dengan proses berdirinya komunitas ini. Pada tahun 2004, BIGREDS mulai membangun sebuah web-forum (http://forum.big-reds.org), sebagai respon atas tuntutan berkembangnya organisasi dan aktivitasnya, juga di Facebook (BIGREDS) & Twitter (@BIGREDS_IOLSC).
               
Secara garis besar, aktivitas BIGREDS memang tidak jauh dari dunia sepakbola dan LFC. Futsal, Sepak Bola dan Nonton Bareng (nonbar) pertandingan LFC adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan di hampir semua kota di mana BIGREDS terdapat. Tahun 2005 untuk pertamakalinya BIGREDS mengikuti Official Liverpool FC Supporters Club Gathering-South East Asia Region di Malaysia. Tahun 2006 tercatat untuk pertamakalinya BIGREDS Anfield Tour digelar, yang sekarang menjadi agenda tahunan.

Sebagai suatu komunitas yang merupakan bagian dari masyarakat, BIGREDS juga mencoba untuk berinteraksi sosial dengan menyelenggarakan beberapa agenda kegiatan sosial, seperti donor darah, bakti sosial ke panti asuhan, dan mengadakan Sahur on the Road saat memasuki bulan Ramadhan. Musim 2009-2010 BIGREDS menggelar social awareness dengan meluncurkan program One Goal One Thousand (OGOT), dimana setiap member 'diketuk' hatinya untuk menyumbang Rp 1000,00 untuk setiap gol yang dicetak oleh pemain LFC di semua partai. Hasil yang didapat nantinya akan disumbangkan untuk membantu pendidikan anak di Indonesia.

Kiprah BIGREDS sebagai sebuah komunitas ternyata tidak luput dari pengamatan Prasetya Mulya Business School (PMBS) & Majalah SWA melalui kegiatan Indonesia Consumunity Survey 2007 & memberikan penghargaan The Inspiring Consumunity 2007. Pengakuan tersebut ternyata berlanjut di ajang Indonesia Consumunity Survey 2008 (PMBS, Majalah SWA dan Kompas Gramedia) dan BIGREDS meraih penghargaan Construct The Social Awareness of Society 2008.

BIGREDS terus berupaya untuk menjadi supporters club yang berbasiskan rasa kekeluargaan dan sosial di tanah air yang dapat saling berbagi dengan anggotanya serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan menawarkan suatu wadah penyaluran minat dan hobi yang positif serta bermanfaat. Salah satunya dengan menggelar 1st National Gathering di Yogyakarta, 26-29 Desember 2008; bertepatan dengan HUT ke-9 BIGREDS.



Keberadaan BIGREDS di Indonesia pun diakui oleh penuh Liverpool FC Headquarter dengan menjadi partner strategis di Liverpool FC International Football Academy and Soccer Schools.

Minggu, 17 Juni 2012

Tragedy Heysel

Tragedi Heysel adalah tragedi yang terjadi pada tanggal 29 Mei 1985 di mana pada saat itu tengah terjadi pertandingan antara Liverpool dan Juventus di Piala Champions (saat ini Liga Champions). Peristiwa ini merupakan sejarah buram Persepak bolaan Inggris pada tahun itu, karena saat itu klub-klub Inggris sedang jaya-jayanya.  Pada laga final piala Champions tahun 1985 antara Liverpool vs Juventus, sesaat sebelum pertandingan digelar terjadi kerusuhan yang melibatkan para suporter kedua klub. Suporter Liverpool berusaha menerobos pembatas dan menyerbu suporter Juventus. Tidak terjadi perlawanan karena yang berada di bagian tersebut bukanlah kelompok Ultras. Pendukung Juventus pun berusaha menjauh namun kemudian sebuah tragedi terjadi. Dinding pembatas di sektor tersebut roboh karena tidak kuasa menahan beban dari orang-orang yang terus beruhasa merangsek dan melompati pagar. Ratusan orang tertimpa dinding yang berjatuhan. Akibat peristiwa ini sebanyak 39 orang meninggal dunia dan 600 lebih lainnya luka-luka.
Meskipun terjadi peristiwa yang mengenaskan dengan jumlah korban yang begitu besar, panitia memutuskan Pertandingan tetap dilangsungkan yang dimenangkan oleh Juventus 0-1. Akibat dari kerusuhan itu semua klub Inggris mendapatkan sanksi dari UEFA tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi resmi Eropa selama 5 tahun. Sedangkan untuk Liverpool sendiri UEFA menjatuhkan hukuman 10 tahun dilarang mengikuti kompetisi resmi Eropa meskipun kemudian mendapat pengurangan menjadi 6 tahun. 

Peringatan

    
Sebuah tugu peringatan Tragedi Heysel didirikan dengan biaya £140,000. Diresmikan tepat 20 tahun setelah kejadian tersebut, 29 Mei 2005. Berbentuk jam matahari, tugu tersebut dihiasi dengan batu-batuan yang berasal dari Italia dan Belgia. Sebuah puisi "Funeral Blues" oleh penyair Inggris W. H. Auden melengkapi simbolisasi kesedihan tiga negara. 39 lampu bersinar untuk setiap korban Heysel. Tugu peringatan ini didesain oleh seniman Perancis Patrick Remoux.
Perdelapan final Liga Champions 2005 mempertemukan kedua tim. The Kop, di Liverpool mengkoordinasikan sebuah koreografi mosaik bertuliskan "Amicizia" ditujukan kepada para suporter Juventus yang memadati Anfield Stadium Artinya persahabatan, sebuah permohonan maaf kepada tifosi Juventus. Sebagian tifosi menyambutnya, namun tidak sedikit pula yang menolaknya karena rentang waktu uluran persahabatan tersebut terlalu lama, 20 tahun sejak tragedi Heysel pecah.